SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KEDISIPLINAN KERJA PEGAWAI DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK

Ani Shofiyyah

Abstrak



ABSTRAK

 

ABSTRAK

 

 

Shofiyyah, Ani. 2009. Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kedisiplinan Kerja Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Timan, M.Pd; (II) Drs. H. Sultoni, M.Pd.

 

Kata kunci: motivasi kerja, kedisiplinan kerja

 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin banyak ragam teknologi modern yang dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Manusia merupakan salah satu aspek sumber daya yang terpenting di dalam organisasi. Sebagai halnya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai suatu organisasi dalam usahanya mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan, tidak dapat mengabaikan faktor manusia sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tercapai tidaknya tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan keberhasilan dalam organisasi tersebut secara baik diperlukan sumber daya manusia (pegawai) yang memiliki kemampuan dan keterampilan guna pencapaian hasil yang lebih baik. Seperti diketahui bahwa masalah motivasi kerja dan disiplin pegawai merupakan masalah yang umum terjadi pada semua perusahaan atau organisasi tak terkecuali di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: seberapa tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, seberapa tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, adakah hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Adapun tujuan dalam penelitian ini mendiskripsikan tingkat motivasi kerja pegawai, mendiskripsikan tingkat kedisiplinan kerja pegawai, dan mendiskripsikan ada tidaknya hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai. Adapun variabel tersebut adalah: variabel bebas: motivasi kerja dan variabel terikat: kedisiplinan kerja.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dengan jumlah sampel 86 orang pegawai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jenis proposional random sampling. Adapun teknik pengumpulan data adalah menggunakan angket sebagai instrumen utama dan observasi serta dokumentasi sebagai teknik pelengkap sedangkan analisa data menggunakan analisa presentase dengan rumus standar devisiasi dan analisis korelasi Product Moment.

Hasil analisis data di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa: (1) tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (2) tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (3) ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja pegawai dengan kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menyajikan beberapa saran diantaranya: (1) Kepala Dinas hendaknya lebih dipertahankan dan ditingkatkan lagi dalam memberikan motivasi kerja kepada bawahannya dengan adanya motivasi yang baik dapat meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai karena pegawai merasa dipantau dan diperhatikan dalam segala aktivitas kerjanya, (2) Pegawai Dinas hendaknya lebih mempertahankan dan meningkatkan lagi disiplin kerjanya karena dengan adanya disiplin kerja pegawai yang baik maka seluruh aktivitas kerja dapat terselesaikan secara efektif dan efisien, (3) Ketua Jurusan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengayaan pada matakuliah yang berhubungan dengan manajemen personalia khususnya dalam hal motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai, (4) Peneliti lain dari hasil ini dapat dipergunakan sebagai acuan apabila peneliti lain berminat lebih lanjut meneliti tentang motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai dengan variabel, populasi dan latar belakang yang berbeda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Shofiyyah, Ani. 2009. Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kedisiplinan Kerja Pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Timan, M.Pd; (II) Drs. H. Sultoni, M.Pd.

 

Kata kunci: motivasi kerja, kedisiplinan kerja

 

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin banyak ragam teknologi modern yang dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Manusia merupakan salah satu aspek sumber daya yang terpenting di dalam organisasi. Sebagai halnya di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai suatu organisasi dalam usahanya mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan, tidak dapat mengabaikan faktor manusia sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi tercapai tidaknya tujuan organisasi untuk mencapai tujuan dan keberhasilan dalam organisasi tersebut secara baik diperlukan sumber daya manusia (pegawai) yang memiliki kemampuan dan keterampilan guna pencapaian hasil yang lebih baik. Seperti diketahui bahwa masalah motivasi kerja dan disiplin pegawai merupakan masalah yang umum terjadi pada semua perusahaan atau organisasi tak terkecuali di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: seberapa tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, seberapa tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, adakah hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Adapun tujuan dalam penelitian ini mendiskripsikan tingkat motivasi kerja pegawai, mendiskripsikan tingkat kedisiplinan kerja pegawai, dan mendiskripsikan ada tidaknya hubungan antara motivasi kerja dengan kedisiplinan pegawai. Adapun variabel tersebut adalah: variabel bebas: motivasi kerja dan variabel terikat: kedisiplinan kerja.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Dengan jumlah sampel 86 orang pegawai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jenis proposional random sampling. Adapun teknik pengumpulan data adalah menggunakan angket sebagai instrumen utama dan observasi serta dokumentasi sebagai teknik pelengkap sedangkan analisa data menggunakan analisa presentase dengan rumus standar devisiasi dan analisis korelasi Product Moment.

Hasil analisis data di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa: (1) tingkat motivasi kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (2) tingkat kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik berada pada kualifikasi yang tinggi, (3) ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja pegawai dengan kedisiplinan kerja pegawai di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menyajikan beberapa saran diantaranya: (1) Kepala Dinas hendaknya lebih dipertahankan dan ditingkatkan lagi dalam memberikan motivasi kerja kepada bawahannya dengan adanya motivasi yang baik dapat meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai karena pegawai merasa dipantau dan diperhatikan dalam segala aktivitas kerjanya, (2) Pegawai Dinas hendaknya lebih mempertahankan dan meningkatkan lagi disiplin kerjanya karena dengan adanya disiplin kerja pegawai yang baik maka seluruh aktivitas kerja dapat terselesaikan secara efektif dan efisien, (3) Ketua Jurusan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengayaan pada matakuliah yang berhubungan dengan manajemen personalia khususnya dalam hal motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai, (4) Peneliti lain dari hasil ini dapat dipergunakan sebagai acuan apabila peneliti lain berminat lebih lanjut meneliti tentang motivasi kerja dengan kedisiplinan kerja pegawai dengan variabel, populasi dan latar belakang yang berbeda.