SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbandingan Biaya Sekolah pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kota Batu

Imro'atul Ajizah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ajizah, Imro’atul. 2009. Analisis Perbandingan Biaya Sekolah pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kota Batu. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Bambang Setyadin, M.Pd, (II) Sunarni, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: biaya pendidikan, siswa SLTP, status sekolah, dan jenis kelamin

 

Pendidikan adalah hal yang paling penting bagi setiap manusia untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Hal ini dapat terwujud dengan bantuan dari berbagai pihak salah satu yang paling berpengaruh adalah orangtua siswa, serta peran pembiayaan, sehingga dapat dikatakan bahwa tanpa biaya proses pendidikan tidak akan berjalan. Berkaitan dengan  program pemerintah tentang wajib belajar sembilan tahun yang ditetapkan di Indonesia dan kebijakan tentang sekolah gratis, pemerintah meringankan sebagian dari beban orangtua, yaitu membantu dalam pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan bemberikan pinjaman buku di perpustakaan. Sejalan dengan UU No.33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pasal 1 Ayat 3 berdampak pada penyerahan sebagian wewenang dari pusat ke daerah. Pemerintah menyerahkan masalah pendidikan ke daerah dan ke masing-masing lembaga pendidikan, sehingga masalah pembiayaan menjadi wewenang lembaga pendidikan tersebut. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2007 terdapat 4 daerah di Jawa Timur  yang  alokasi anggaran pendidikannya kurang dari 20% dan salah satunya adalah Kota Batu.

Rumusan masalah: (1) apa sajakah rincian variabel biaya pendidikan yang dipungut oleh pihak SLTP kepada orangtua untuk pendidikan anaknya di Kota Batu? (2) apa sajakah rincian variabel biaya pendidikan di luar pungutan sekolah, yang harus dikeluarkan oleh orangtua untuk menunjang kegiatan pendidikan anaknya pada jenjang SLTP di Kota Batu? (3) apakah ada perbedaan biaya di antara variasi siswa dan sekolah SLTP di Kota Batu? Hipotesis dalam penelitian ini adalah: ada perbedaan yang signifikan pembiayaan pendidikan antara variasi siswa dan sekolah SLTP di Kota Batu. 

Penelitian ini dilaksanakan di Kota Batu. Subjek penelitian adalah siswa SLTP yang jumlahnya 26 sekolah baik SLTP Negeri maupun swasta. Biaya yang diteliti meliputi besarnya biaya langsung yang dipungut oleh pihak sekolah, biaya tidak langsung yaitu biaya penunjang kegiatan pendidikan berdasarkan status sekolah dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orangtua siswa SLTP di Kota Batu yang berjumlah 6.969. Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik proporsional stratified random sampling, jumlah sampel dari populasi tersebut peneliti menggunakan kesalahan 5% sesuai dengan pernyataan Stephen Issac dan Maher Michael W bahwa jumlah populasi 6969 dengan kesalahan 5%, maka sampel yang diambil sesuai dengan pernyataan Issac dan Michael pada tabel adalah 332 siswa. Penelitian ini subjeknya berjenjang mulai Kelas I, II, dan III dan masing-masing jumlah siswanya berbeda.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis komparatif (Anova Satu Jalur/One Way Anova).

Komponen biaya yang dikeluarkan oleh pribadi/individu/keluarga siswa SLTP atau dikenal dengan pengeluaran rumah tangga (house hold expenditure) terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Jenis biaya langsung yang dikeluarkan antara lain: (1) biaya pokok pendidikan yang terdiri dari: pendaftaran ketika masuk SLTP, uang pangkal sekolah/uang pembangunan gedung, daftar ulang pada waktu kenaikan kelas, Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), biaya praktikum, ujian teori dan ujian praktek, (2) biaya untuk membeli perlengkapan studi yang terdiri dari: buku pelajaran/latihan/Lembar Kerja Siswa (LKS), alat tulis, langganan majalah, sewa buku teks, (3) biaya penyelesaian tugas/Pekerjaan Rumah (PR): membeli kertas, pengetikan, penjilidan, foto copy, (4) biaya transportasi yaitu pulang dan pergi sekolah, (5) biaya wawasan ilmu: akses internet, kegiatan intra/ekstra sekolah, biaya kursus/les pelajaran/privat, remidi/mengulang mata pelajaran yang nilainya tidak baik, serta (6) biaya kelulusan: uang wisuda, pengambilan ijazah, dan legalisir. Biaya pendidikan merupakan hasil penjumlahan antara biaya langsung dan biaya tidak langsung, di atas telah dikemukakan mengenai biaya langsung. Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian pada Bab IV jenis biaya tidak langsung atau biaya penunjang kegiatan pendidikan antara lain: (1) biaya asrama atau kos, (2) makan/minum/jajan, (3) biaya komunikasi: telephon, Short Massage Sent (SMS), surat-menyurat, chatting, (4) biaya rekreasi atau tamasya kelas/study tour, (5) biaya kesehatan, yaitu periksa ke dokter/beli obat/olah raga, (6) biaya perawatan: membeli produk kosmetik, dan  (6) biaya belanja yang terdiri dari: baju, aksesoris, sepatu.

Hasil analisis One Way Anova tentang sub-variabel biaya tidak langsung  berdasarkan status sekolah, biaya tidak langsung dan biaya pendidikan  menunjukkan, bahwa Ho tak ditolak atau dengan kata lain, tidak ada perbedaan yang signifikan biaya tidak langsung, biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara siswa SLTP Negeri dan Swasta di Kota Batu, sedangkan untuk mengetahui perbedaan biaya pendidikan berdasarkan jenis kelamin, untuk sub-variabel biaya tidak langsung dan biaya pendidikan, bahwa Ho ditolak dengan kata lain ada perbedaan biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Hasil perhitungan rata-rata diperoleh data, bahwa biaya tidak langsung dan biaya pendidikan antara laki-laki dan perempuan lebih besar perempuan, sedangkan untuk biaya langsung, bahwa Ho tak ditolak atau tidak ada perbedaan biaya langsung antara siswa laki-laki dan perempuan.

Penelitian ini mendapatkan hasil, bahwa rata-rata biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh siswa perempuan selama 1 tahun ± Rp 5.618.000,00  dan dalam 3 tahun diperoleh jumlah rata-rata ± Rp 16.854.000,00 dan siswa laki-laki dalam 1 tahun rata-rata biaya pendidikan yang dikeluarkan ± Rp 4.900.550,00 dan dalam 3 tahun diperoleh jumlah rata-rata ± Rp 14.701.600,00 .

Biaya pendidikan untuk SLTP Negeri dan Swasta dalam penelitian ini diperoleh jumlah rata-rata yang hampir sama, yaitu untuk SLTP Negeri dalam 1 tahun ± Rp 5.271.900,00  dalam menempuh pendidikan selama 3 tahun biaya yang harus disiapkan oleh orangtua siswa ± Rp 15.815.700,00 dan untuk SLTP Swasta dalam 1 tahun ± Rp 5.246.600,00 dan rata-rata biaya yang harus dipersiapkan orangtua selama 3 tahun ± Rp 15.739.900,00.


Teks Penuh: DOC PDF