SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2007

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Pertumbuhan Jabatan Guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar

Evi Widyawati

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Widyawati, Evi. 2007. Hubungan Antara Perilaku Kepemimpinan Kepala   

          Sekolah dan Pertumbuhan Jabatan Guru di SMPN Kecamatan Doko

          Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan FIP Universitas

          Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sultoni, M. Pd, (II) Dra. Djum

          Djum Noor Benty, M. Pd.

 

Kata kunci: perilaku kepemimpinan, pertumbuhan jabatan.

 

         Guru sebagai salah satu komponen Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peran penting untuk keberhasilan pendidikan dan pengajaran yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan mutu pendidikan. Guru memiliki sumbangan yang cukup besar terhadap maju mundurnya mutu pendidikan. Untuk itulah guru sebagai pemegang peran utama pendidikan harus senantiasa tumbuh dan berkembang dalam profesi atau jabatannya. Pertumbuhan jabatan guru dapat ditingkatkan jika didukung dengan adanya gaya kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan bijaksana. Dengan penerapan perilaku kepemimpinan yang berorientasi tugas dan berorientasi manusia yang tepat dari kepala sekolah, guru-guru diharapkan dapat selalu memandang harapan untuk tumbuh dalam profesinya dengan optimis.

          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, (a) perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi tugas di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, (b) perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi manusia di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, (2) tingkat pertumbuhan jabatan guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar, (3) hubungan perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pertumbuhan jabatan guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

         Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional. Penetapan rancangan ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai hubungan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pertumbuhan jabatan guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

         Populasi dalam penelitian ini adalah guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar yang berjumlah 80 orang guru yang tersebar di tiga sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, maksudnya dari tiap sekolah diambil secara eseluruhan. Dasar pertimbangan penentuannya adalah dari sudut kuantitas yaitu jumlah keseluruhan guru di SMPN yang berstatus PNS di Kecamatan Doko Kabupaten Blitar hanya berjumlah 80 orang guru.

         Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu persentase dan analisis korelasi product moment dari Pearson.

          Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi, (a) perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi tugas di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi,             (b) perilaku kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi manusia di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi, (2) tingkat pertumbuhan jabatan guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar berada dalam kategori tinggi, (3) terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pertumbuhan jabatan guru di SMPN Kecamatan Doko Kabupaten Blitar.

          Berdasarkan kesimpulan penelitian, peneliti dapat memberikan beberapa saran, antara lain: (1) kepada kepala sekolah; diharapkan dapat meningkatkan perilaku kepemimpinan, baik yang berorientasi tugas maupun yang berorientasi manusia. Perilaku yang berorientasi tugas dengan: perencanaan terlebih dahulu, pengorganisasian, melakukan tugas melalui prosedur kerja, dan melakukan pengawasan. Perilaku yang berorientasi manusia dengan: meningkatkan motivasi bawahan, memperhatikan kebutuhan bawahan, berusaha menciptakan suasana saling menghargai, simpati terhadap perasaan bawahan, memiliki sikap saling bersahabat, dan menumbuhkan peran serta bawahan dalam pembuatan keputusan, dan kegiatan lainnya. Kepala sekolah hendaknya dapat meningkatkan pertumbuhan jabatan guru dengan memperhatikan dan dapat memenuhi tuntutan pribadi maupun organisasi, memberikan info seputar jabatan, dan menerapkan kepemimpinan yang sesuai. (2) kepada guru disarankan dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan profesional dalam rangka pertumbuhan jabatan yang sudah baik, sehingga dapat meningkatkan pelaksanaan tugasnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah. (3) Jurusan Administrasi Pendidikan; dapat menambah referensi, baik berupa buku pedoman maupun hasil penelitian mengenai perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pertumbuhan jabatan guru. (4) Peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan apabila mahasiswa dan peneliti lain berminat meneliti lebih lanjut tentang perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan pertumbuhan jabatan guru dengan instrumen, variabel, dan populasi yang berbeda.

 

 

 


Teks Penuh: DOC PDF