SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kompetensi Guru Pasca Sertifikasi (Studi Kasus Guru Bersertifikat Pendidik Profesional di SMPN Kota Blitar)

Erna Wahyuni

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuni, Erna. 2009. Kompetensi Guru Pasca Sertifikasi (Studi Kasus Guru Bersertifikat Pendidik Profesional di SMPN Kota Blitar). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd, (II) Dra. Maisyaroh, M.Pd.

 

Kata-kata kunci : kompetensi guru, sertifikasi

 

Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Indonesia, pemerintah menetapkan program sertifikasi guru dalam jabatan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Berdasarkan Pada dasarnya penyelenggaraan sertifikasi guru secara legal didasarkan atas UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional. Untuk itu guru dipersyaratkan memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau diploma IV yang relevan dan menguasai kompetensi sebagai agen pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut kompetensi yang yang harus dipenuhi adalah (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi profesional, (3) kompetensi kepribadian, dan (4) kompetensi sosial. Tujuan program ini sungguh mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan para guru pendidik guna meningkatkan kualitas pendidikan

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan "Kompetensi Guru Pasca Sertifikasi Pendidik Profesional". Ada enam fokus penelitian yaitu: (1) Bagaimanakah pandangan guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan?, (2) Bagaimanakah kompetensi pedagogik guru setelah melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan?, (3) Bagaimanakah kompetensi profesional guru setelah melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan?,(4) Bagaimanakah kompetensi kepribadian guru setelah melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan?, (5) Bagaimanakah kompetensi sosial guru setelah melaksanakan sertifikasi guru dalam jabatan?, dan (6) Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan guru pasca sertifikasi dalam meningkatkan kompetensi?

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam, (2) Observasi dan (4) studi dokumentasi. Tiga data yang berupa informasi yang terkait dengan fokus penelitian diperoleh dari sejumlah informan. Informan kunci dari penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru-guru yang sudah bersertifikat serta informan lain seperti guru yang belum mendapatkan sertifikat pendidik profesional. Data tersebut diorganisasikan, ditafsirkan dan dianalisis guna penyusunan. Abstraksi temuan lapangan, kredibilitas data dicek dengan teknik triangulasi dan kecukupan referensial.

Program sertifikasi guru dalam jabatan merupakan pemberian pengakuan guru profesional yang disertai peningkatan kesejahteraan bagi guru. Peningkatan kesejahteraan guru mendorong rasa tanggung-jawab guru yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Kelemahan pada program ini adalah mengenai seleksi yang memberikan kriteria usia dan masa kerja yang lebih. Turunnya tunjangan yang masih tersendat-sendat menjadi keluhan bagi guru-guru bersertifikat pendidik di Kota Blitar.

Dari analisis data dapat disimpulkan: (1) Terjadi peningkatan kompetensi pedagogik pada guru-guru bersertifikat pendidik di Kota Blitar, (2) Terjadi peningkatan kompetensi profesional pada guru yang sudah bersertifikat pendidik yang ditunjukkan dalam pelaksanaan tugas dan kewajiban. (3) tidak terjadi perubahan kompetensi kepribadian pada guru yang sudah bersertifikat, (4) hubungan antara guru dengan masyarakat lingkungan lebih baik, diwujudkan dengan pemberian sebagian dari insentif yang diberikan pemerintah, (5) guru-guru selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki dengan cara membaca banyak referensi, melatih kemampuan teknologi, menjaga hubungan baik dengan teman sejawat.

Dari hasil penelitian, diajukan beberapa saran, yaitu (1) bagi guru-guru bersertifikat pendidik profesional, pertahankan selalu kemampuan dalam menjalankan profesi, (2) bagi guru-guru yang belum mendapatkan sertifikat, jadikan program sertifikasi guru dalam jabatan sebagai patokan tingkat profesional tenaga pendidik Indonesia dan usahakan untuk dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah, (3) bagi kepala sekolah SMPN di Kota Blitar, perlu pengawasan khusus kepada guru-guru bersertifikat pendidik professional, (4) bagi Dinas Pendidikan Kota Blitar, hendaknya dibentuk lembaga yang meninjau langsung mengenai kompetensi yang dimiliki hingga tunjangan dan calon peserta program sertifikasi guru dalam jabatan jangan hanya melihat usia dan lama kerja, namun kompetensi dan prestasi yang dimiliki guru perlu dipertimbangkan juga, (5) bagi pemerintah yang berwenang, akan lebih baik, jika pemerintah membentuk sebuah lembaga pengawas dan penilaian untuk guru-guru yang sudah bersertifikat profesional, (6) bagi peneliti lain, gunakan penelitian ini sebagai pijakan untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai kelanjutan kompetensi guru pasca mendapat sertifikat pendidik profesional di tahun-tahun berikutnya. Hal tersebut untuk mengukur keberhasilan program sertifikasi guru dalam jabatan.