SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Kontribusi Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Terhadap Kelancaran Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta Se Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi.

Adimas Listya Nugraha

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugraha, Adimas Listya. 2012. Perbedaan Kontribusi Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Terhadap Kelancaran Pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta Se Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Adminsitrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd, (II)  Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si

 

Kata Kunci: Program BOS, Prosedur Penerimaan Dana BOS, Penggunaan Dana BOS, dan Pemanfaatan Dana BOS, Kelancaran Pembelajaran.

 

Sesuai dengan tujuan Program BOS yaitu untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain, agar setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dapat terealisasi maka diharapkan dengan Program BOS siswa dapat memperoleh layanan pendidikan dasar yang lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar Sembilan tahun. Kelancaran pembelajaran  di sekolah maupun swasta sendiri tentunya sangat bergantung adanya kontribusi Program BOS yang keberadaannya sangat dibutuhkan. Permasalahan yang diajukan penelitian ini, adalah (1) apakah Program BOS memberikan kontribusi terhadap kelancaran pembelajaran pada Sekolah Dasar Negeri?, (2) Apakah Program BOS memberikan kontribusi terhadap kelancaran pembelajaran pada SD Swasta?  dan (3) apakah ada perbedaan yang signifikan antara kontribusi Program BOS untuk SD Negeri dengan Swasta?. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kepala SD Negeri dan Swasta se-kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi sebanyak 27 Kepala SD Negeri dan 15 Kepala SD Swasta. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah sampel total, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel.

Hasil perhitungan analisis regresi berganda diperoleh hasil untuk 27 SD Negeri Fhitung sebesar 3,237 dengan tingkat signifikansi 0,031. Nilai Ftabel untuk pengujian signifikansi yaitu sebesar 2,82  dan diperoleh dengan V1 adalah 4 dan V2 adalah 22. Jadi Fhitung  lebih besar daripada Ftabel (3,237>2,82), sedangkan signifikan 0,031< 0,05. Besarnya Fhitung  untuk 15 SD Swasta se se Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi  adalah 4,214 dengan tingkat signifikansi 0,014. Nilai Ftabel untuk pengujian signifikansi yaitu sebesar 3,48  dan diperoleh dengan V1 adalah 4 dan V2 adalah 10. Jadi Fhitung  lebih besar daripada Ftabel (4,214>3,48), sedangkan signifikan 0,014 < 0,05. Hasil pengujian melalui analisis regresi berganda baik untuk 27 SD Negeri maupun 15 SD Swasta se Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan kontribusi Proses Penerimaan Dana BOS (X1), Penggunaan Dana BOS (X2), dan Pemanfaatan Dana BOS (X3) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Standar Operasional Proses Pembelajaran. Artinya bahwa Program BOS telah banyak memberkan kontribusi terhadap Kelancaran Pembelajaran.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program BOS memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kelancaran pembelajaran pada SD Negeri maupun SD Swasta se-Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi, dan (2) terdapat perbedaan kontribusi Program BOS antara SD Negeri dan SD Swasta terhadap kelancaran pembelajaran.

Berdasarkan kesimpulan tersebut maka dapat disarankan (1) bagi Kepala Diknas, agar mutu pembelajaran dapat ditingkatkan hendaknya proses penerimaan dana BOS perlu diperhatikan sehingga dapat tepat sasaran dalam penggunaan dan pemanfaatannya; dan (2) bagi Kepala Sekolah, hendaknya penggunaan dana BOS lebih diefektifkan agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah, (3) bagi  Bendahara Sekolah, hendaknya dalam hal mengalokasikan biaya perlu memperhatikan prioritas biaya-biaya yang seharusnya dikeluarkan,  agar supaya tidak terjadi kesalahan dalam mengalokasikan penggunaan dana BOS, dan ke (4) bagi pihak Komite Sekolah, perlu adanya pengawasan dalam penggunaan dana BOS agar pemanfaatan dana BOS benar-benar dapat dirasakan oleh semua pihak.