SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MANAJEMEN KURIKULUM PADA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (STUDI KASUS DI SDN BERTARAF INTERNASIONAL TLOGOWARU MALANG)

Noviana Eka Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Noviana Eka. Manajemen Kurikulum Pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Studi Kasus Di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd, (2) Dr. H. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd.

 

Kata kunci:  manajemen kurikulum, rintisan sekolah bertaraf internasional

 

Kurikulum sebagai suatu rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat. Kurikulum erat kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan yang harus selalu diadakan pembaharuan. Dengan adanya peningkatan mutu pendidikan, hal ini akan membawa dampak besar terhadap tercapainya pendidikan nasional bahkan diharapkan mampu bersaing secara internasional. Dari latar belakang tersebut itulah, pemerintah menetapkan beberapa sekolah di Indonesia sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang merupakan langkah awal sebelum menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Penelitian ini berangkat dari pertanyaan bagaimana manajemen kurikulum di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang sebagai sekolah model (percontohan) yang sejak awal berdiri sudah menyandang status RSBI. Kurikulum yang diterapkan di sekolah ini sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah yakni KTSP yang dikembangkan menjadi kurikulum nasional (Kurnas) dan kurikulum SBI. Kurnas merupakan penerapan kurikulum yang meliputi standar nasional pendidikan (SNP) yang terdiri dari delapan standar mulai standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik, dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum RSBI diterapkan dengan unsur X yaitu (1) penerapan tiga mata pelajaran dalam bahasa Inggris yaitu English, mathematics, dan science, (2) mata pelajaran Yanbu’a dan (3) mata pelajaran berenang.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) perencanaan kurikulum pada RSBI di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang, (2) pelaksanaan kurikulum pada RSBI di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang, (3) evaluasi kurikulum pada RSBI di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang.

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut diorganisasikan, ditafsirkan dan dianalisis guna menyusun dan mengababstraksi temuan di lapangan. Keabsahan data dimaksudkan untuk mengecek kebenaran data dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu dengan sumber data dan pengumpulan data.

Berdasarkan hasil paparan data di lapangan ditemukan manajemen kurikulum yang terdiri dari perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, evaluasi kurikulum. Pertama, perencanaan pada kurikulum RSBI adalah perencanaan yang sudah dilakukan yaitu kurikulum RSBI disusun berdasarkan KTSP yang telah dikembangkan masing-masing oleh sekolah, dalam hal ini sekolah ini merencanakan kurikulum berdasarkan SNP untuk kurikulum nasional, dan SNP+X untuk kurikulum SBI, unsur X terdiri dari: (1) penerapan tiga mata pelajaran dalam bahasa Inggris yaitu English, mathematics, dan science, (2) mata pelajaran Yanbu’a dan (3) mata pelajaran berenang. Perencanaan dilaksanakan setiap awal tahun ajaran baru dengan membuat dokumen 1 yang terdiri dari segala hal yang ada di sekolah dan dokumen 2 yang berisi silabus dan RPP.  Perangkat kerja tersebut disusun oleh tim penyusun kurikulum yang terdiri dari kepala sekolah, pihak-pihak kurikulum, dewan guru, komite sekolah dan disahkan oleh kepala Diknas kota Malang. Perencanaan kurikulum yang belum dilaksanakan adalah menjalin hubungan sister school dengan negara di luar negeri, tetapi masih sebatas dalam wacana mengadopsi kurikulum dari negara Singapura.

Kedua, pelaksanaan kurikulum pada RSBI adalah sesuai dengan perencanaan kurikulum yaitu melaksanakan kurikulum nasional dan kurikulum SBI dimana dalam pelaksanaan pembelajaran kurikulum dilaksanakan dengan diterapkannya sistem semi full day school dengan pendekatan PAKEM dan CTL yang mengedepankan pembelajaran berbasis ICT. Penyampaian materi di sekolah ini menggunakan bilingual yakni dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di sekolah ini juga ada guru pendamping di hampir setiap kelas. Sekolah ini mempunyai program peningkatan kemampuan guru yaitu: diklat, workshop, juga ada kegiatan yang di luar program yang tidak terjadwal. Pelaksanaan yang belum dilakukan di sekolah ini adalah diterapkannya penggunaan bahasa pengantar dengan bahasa Inggris sepenuhnya (monolingual). Sekolah juga belum meraih prestasi tingkat nasional maupun internasional.

Ketiga, kegiatan evaluasi kurikulum pada RSBI di SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang adalah kegiatan evaluasi kurikulum yang dilaksanakan oleh pihak internal maupun eksternal. Secara internal kegiatan evaluasi kurikulum mengarah kepada supervisi yang dilakukan kepala sekolah kepada setiap guru. Evaluasi kurikulum juga berasal dari pihak tim kurikulum yang ditujukan kepada guru di kelas dengan pemantauan melalui jurnal pribadi, jurnal harian dan jurnal kelas. Selain itu guru juga mengevaluasi diri sendiri (self evaluation) dan mengevaluasi siswa dalam PBM di kelas. Evaluasi eksternal yaitu dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Diknas Kota Malang, UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Kedungkandang, dan Badan Akreditasi Nasional. Evaluasi yang belum dilaksanakan yaitu mengadopsi penilaian dari negara anggota OECD atau negara lain yang memiliki keunggulan dalam pendidikan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada: (1) Kepala SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang agar menelaah kembali tentang kurikulum RSBI, dimana dalam kurikulum RSBI tersebut perlu adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, masyarakat serta sekolah itu sendiri sebagai pelaksana, (2) Guru SDN Bertaraf Internasional Tlogowaru Malang dalam mengembangkan kegiatan belajar-mengajar agar lebih berpacu pada tujuan pendidikan nasional yang mampu mengantarkan peserta didik untuk merealisasikan kurikulum RSBI, (3) Ketua  Jurusan Administrasi Pendidikan agar di jurusan Administrasi Pendidikan ini dikembangkan mata kuliah manajemen kurikulum lebih mendalam, (4) Peneliti lain agar dapat dimanfaatkan untuk bahan informasi dan referensi untuk penelitian selanjutnya yang terkait kurikulum dengan latar yang berbeda.