SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Sarana Dan Prasarana Di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu)

Ozzy Prima Dinata

Abstrak


ABSTRAK

 

Dinata, Ozzy Prima. 2012. Manajemen Sarana dan Prasarana di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Maisyaroh, M.Pd, (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd.

 

Kata Kunci : Lembaga Pendidikan anak Usia Dini,  Manajemen Sarana dan Prasarana.

Pendidikan Nasional sebagai sebuah sistem dari supra sistem pembangunan nasional, memiliki tiga subsistem pendidikan yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal. Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nonformal diharapkan dapat membantu dan menunjang pendidikan formal dalam mencerdaskan peserta didik serta membantu peserta didik dalam mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di pendidikan formal.

Selain itu sarana dan prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan pendidikan, tetapi tidak semua jenjang pendidikan nonformal memiliki sarana dan prasarana yang memadai sebab kebanyakan sekolah nonformal mengalami kendala pendanaan dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai.

Fokus penelitian ini adalah Proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu dan Kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu. Fokus Proses manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penginventarisasian, pemeliharaan, penghapusan. Fokus kendala-kendala manajemen sarana dan prasarana dibagi menjadi subfokus kendala perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penginventarisasian, pemeliharaan, penghapusan.

Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus tunggal. Pendekatan ini dipilih agar dapat memperoleh data secara alami dan komprehensif mengenai masalah yang diteliti. Pada penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci yang merencanakan, melaksanakan, mengumpulkan data, menganalisis, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam dua tahap yaitu saat pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis tersebut melalui langkah-langkah yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah mengadakan pengamatan lebih tekun dan menguji triangulasi.

Hasil analisis data tersebut kemudian diperoleh dua kesimpulan yaitu: pertama, Berdasarkan hasil penelitian melalui pengamatan dan hasil wawancara yang telah dilaksanakan dari beberapa sumber yang terkait, berikut ini merupakan hasil dari temuan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sehubungan dengan proses manajemen sarana dan prasarana yang ada di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu yaitu dijelaskan bahwa :(a) perencanaan yang meliputi tentang penentuan kebutuhan TK terkait sarana dan prasarana, penentuan anggaran yang dibutuhkan, penentuan siapa-siapa saja yang memfasilitasi atau membiayai pengadaan sarana tersebut ; (b) pengadaan yang meliputi :melalui pembelian, membuat sendiri, penerimaan hibah, pendaurulangan barang barang sekolah yang telah using; (c) pendistribusian; (d) inventarisasi; (e) pemeliharaan; (f) penghapusan. Semua poin tersebut merupakan kesatuan proses manajemen sarana dan prasarana yang dilaksanakan di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu.

Kedua, mengenai kendala-kendala dalam proses manajemen sarana dan prasarana di TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu yaitu : (a) perencanaan: keterbatasan anggaran atau dana, birokrasi bantuan pemerintah cukup rumit, kemampuan SDM dalam membuat sarana sendiri terbatas, bantuan dari pemerintah terbatas sehingga pengelola sarana dan prasarana pendidikan di TK tetap harus mengusahakan dengan cara lain; (b) pengadaan: kendala terkait pendanaan ; (c) pendistribusian: tidak ada petugas pendistribusian yang khusus menangani tentang pendistribusian barang sarana prasarana; (d) inventarisasi: model dari buku inventarisasi masih dalam bentuk catatan tangan sehingga tidak membuat efisien pekerjaan sekolah, petugas inventaris merangkap sebagai petugas perpustakaan dan juga bendahara sekolah; (e) pemeliharaan : ada beberapa permainan outdoor yang belum memiliki pengaman sehingga perlu perhatian yang khusus; (f) penghapusan: perusakan yang sering dilakukan oleh siswa “gatal tangan”, apabila barang merupakan barang milik pemerintah, proses penghapusannya pun cukup rumit karena harus sesuai dengan undang-undang tentang penghapusan sarana dan prasarana.

Adapun saran yang dapat diberikan di antaranya: (1) Kepala TK Muslimat Hajjah Mariyam Kota Batu diharapkan lebih mendukung kegiatan manajemen sarana dan prasarana, dengan cara membuat proses manajemen sarana dan prasarana yang efektif dan efisien serta menyiapkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan manajemen sarana dan prasarana; (2) Ketua Yayasan diharapkan memberi masukan yang lebih terkait dengan manajemen yang baik dalam setiap melaksanakan program kerja, karena dengan manajemen yang kurang matang mengakibatkan pelaksanaan program kerja tersebut kurang maksimal; (3) Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan mengkaji kegiatan manajemen sarana dan prasarana di sekolah yang lain, karena kegiatan manajemen ini sangat penting sekali dalam kelancaran pelaksanaan pendidikan serta untuk kemajuan anak didik; (4) Orang Tua Murid agar lebih aktif  berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan melalui pemberian ide, saran maupun finansial sebagai upaya meningkatan mutu pendidikan; (5) Peneliti lain agar dilakukan penelitian pengembangan untuk mengetahui bentuk kegiatan manajemen sarana dan prasarana pada lembaga-lembaga pendidikan lain, sehingga dapat dijadikan masukan baru bagi kelanjutan di masa yang akan datang.