SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 6 MALANG)

ITA AMELIA WULANDARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandari, Ita Amelia. 2011. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan (Studi Kasus di SMP Negeri 6 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd, (II) Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Sos, M.Pd

 

Kata kunci: manajemen, sarana dan prasarana

 

Manajemen adalah proses kerja sama dengan mendayagunakan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya non-manusia dengan menerapkan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Dalam kegiatan belajar mengajar sarana dan prasarana sangat diperlukan dalam rangka menunjang kelancaran proses kegiatannya, sehingga pengelolaan sarana dan prasarana sangat diperlukan oleh setiap instansi terutama sekolah. Sarana dan prasarana adalah segala sesuatu yang berupa barang, baik secara langsung maupun tidak langsung mendukung pelaksanaan proses belajar-mengajar. Sarana dan prasarana menjadi bagian penting dalam mendukung pembelajaran, karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang mendukung, maka proses pembelajaran tidak dapat berjalan secara optimal, oleh karena itu pengelolaan sarana dan prasarana sangat diperlukan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif.

Fokus penelitian yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: (1) perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 6 Malang yang meliputi tujuan perencanaan, langkah perencanaan dan siapa saja yang terlibat dalam perencanaan; (2) pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 6 Malang yang meliputi langkah perencanaan dan cara pengadaan; (3) penggunaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 6 Malang yang meliputi tata tertib penggunaan, sanksi pelanggaran, dan petunjuk teknis penggunaan; (4) pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 6 Malang yang meliputi cara pemeliharaan, waktu pemeliharaan, dan subjek yang melakukan pemeliharaan; (5) penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 6 Malang yang meliputi cara pemeliharaan, waktu pemeliharaan, dan subjek yang melakukan pemeliharaan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus.  Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan dua cara, yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode pengumpulan data.

Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, diperoleh lima kesimpulan sebagai berikut: (1) Perencanaan sarana dan prasarana dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Langkah perencanaan yaitu dengan mendata semua kebutuhan sarana dan prasarana dari masing-masing ruang kelas, setelah itu menentukan skala prioritas yang dilakukan oleh kepala sekolah yang bekerjasama dengan Waka urusan sarana dan prasarana serta penanggungjawab masing-masing ruang kelas untuk menentukan rencana kegiatan sarana dan prasara. Perencanaan ini dilakukan setiap 1 tahun sekali yaitu setiap awal tahun ajaran baru. Perencanaan sumber dana juga dilakukan untuk mengetahui kemampuan dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan. Sumber dana yang dimiliki sekolah yaitu pemerintah dan masyarakat; (2) Pengadaan sarana dan prasarana yang dilakukan di SMP Negeri 6 Malang ini lebih banyak dengan cara membeli sendiri. Pengadaan dilakukan oleh tim yang dibentuk sekolah yang terdiri dari bendahara, ada kepala sekolah, ada sarpras, kemudian guru mata pelajaran,. Pembelian ini menggunakan dana dari masyarakat, karena dana dari pemerintah bukan dalam bentuk dana tunai melainkan melalui pengajuan proposal pengadaan barang sehingga dana tersebut langsung dalam bentuk barang yang diajukan sekolah; (3) Penggunaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan dengan mematuhi tata tertib yang berlaku di sekolah. Penggunaan tersebut diatur dalam pengaturan jadwal penggunaan yang disusun oleh penanggungjawab ruang kelas, khususnya laboratorium yang harus diatur penggunaannya agar tidak terjadi penumpukan atau bentrok antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Penggunaan sarana dan prasarana juga harus memperhatikan petunjuk teknisnya agar dalam menggunakan tidak terjadi kesalahan; (4) Pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan dengan dua cara yaitu pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan dilakukan oleh petugas kebersihan sekolah bersama masing-masing penanggungjawab ruang kelas dan juga siswa. Untuk pemeliharaan taman dan kamar mandi dilakukan oleh jasa dibidang penataan dan pemeliharaan taman dan cleaning service; (5) Penghapusan sarana dan prasarana dilakukan dengan langkah mendata semua sarana dan prasarana yang akan dihapus. Kemudian membuat berita acara penghapusan dan diajukan kepada kepala sekolah. Apabila kepala sekolah menyetujui maka akan dilakukan penghapusan. Penghapusan tersebut tentu dengan syarat barang tersebut sudah rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi. penghapusan dilakukan dengan cara memberikan kepada sekolah yang membutuhkan, tukar tambah dengan yang baru, dan dimusnahkan. Penghapusan ini dilakukan oleh tim yang dibentuk oleh sekolah dengan persetujuan kepala sekolah.

Berdasarkan kesimpulan penelitian ini, diberikan saran bagi: (1) kepala SMP Negeri 6 Malang, hendaknya selalu melakukan pengawasan dalam kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan agar dalam kegiatannya berjalan dengan baik dan efektif sehingga dapat mencapai tujuan tujuan yang telah ditentukan; (2) guru SMP Negeri 6 Malang, hendaknya guru dapat lebih berkompeten dalam menggunakan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar di kelas dan senantiasa melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak sarana dan prasarana sekolah untuk memperlancar pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah; (3) mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, hendaknya dapat menjadikan bahan ini sebagai referensi tambahan dalam hubungannya dengan matakuliah Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan; (4) peneliti lain, hendaknya melakukan penelitian pengembangan tentang manajemen sarana dan prasarana pendidikan dengan menambah situs penelitian yaitu dengan lebih memperdalam fokus dan kajian teori.