SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Pembelajaran di Lembaga Pendidikan Taman Kanak-Kanak: Studi Kasus di TK Negeri Pembina Tulungagung

Rosita Oktafiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktafiani, Rosita. 2011. Manajemen Pembelajaran di Lembaga Pendidikan Taman Kanak-Kanak: Studi Kasus di TK Negeri Pembina Tulungagung. Skripsi. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Maisyaroh, M.Pd, (II) Dr. H. Imron Arifin, M.Pd

 

Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, Taman Kanak-Kanak

 

Usia prasekolah merupakan usia yang menentukan bagi perkembangan anak dan  merupakan masa peka pada anak. Anak sudah mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Anak pada usia 4-6 tahun  sudah memasuki usia prasekolah. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Diperkirakan bahwa anak-anak yang mengulang kelas adalah anak-anak yang tidak masuk pada pendidikan prasekolah sebelum masuk Sekolah Dasar (SD). Mereka adalah anak yang tidak siap dan tidak disiapkan orang tuanya memasuki SD. Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK)  merupakan bagian dari pendidikan prasekolah yang pembelajarannya lebih menekankan pada perkembangan anak. Mengingat pentingnya pembelajaran pada anak diusia dini, maka pembelajaran pada jenjang ini tentunya juga memerlukan pengelolaan atau kegiatan manajemen yang baik.

Fokus penelitian ini secara umum adalah kegiatan manajemen pembelajaran baik pada tingkat sekolah maupun yang dilakukan oleh guru di TK Negeri Pembina Tulungagung mulai dari perencanaan sampai evaluasi. Secara rinci fokus penelitian ini meliputi: (1) perencanaan  pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung; (2) pelaksanaan  pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung; (3) evaluasi  pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung; dan (4) upaya sekolah dalam meningkatkan pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung.

Penelitian ini dilakukan di TK Negeri Pembina Tulungagung yang beralamatkan di jalan Mayjend Sungkono, Desa Kuthoanyar, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal. Teknik yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi yaitu melalui teknik triangulasi metode pengumpulan data dan teknik triangulasi sumber data. Teknik triangulasi metode pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik triangulasi sumber data meliputi kegiatan wawancara yang dilakukan kepada tiga orang narasumber yaitu Kepala TK sebagai sumber utama, serta 2 orang guru sebagai narasumber tambahan.

Kesimpulan dari penelitian ini ada empat, yaitu: pertama,  perencanaan pembelajaran di TK negeri pembina terdiri dari pembuatan rencana pembelajaran tahunan, program semester, Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan Satuan Kegiatan Harian (SKH). Dari keempat perencanaan tersebut hanya perencanaan pembelajaran tahunan dan program semester yang menjadi perencanaan tingkat sekolah, karena dikerjakan secara bersama-sama oleh kepala TK, Guru dan Komite Sekolah. Sedangkan untuk SKM dan SKH sudah menjadi tanggung jawab pada masing-masing guru kelas.

Kedua, pelaksanaan manajemen pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung dilakukan di dua tempat yaitu di dalam kelas dan diluar kelas. Pembelajaran efektif dilakukan di dalam kelas yaitu pada hari Senin - Jum'at. Pembelajaran berlangsung selama 2 jam 30 menit dan kemudian ditambah lagi dengan kegiatan ekstrakurikuler selama 30 menit. Pembelajaran dimulai pukul 07.30 sampai 09.00 lalu kegiatan ekstrakurikuler untuk kelas pagi. Sedangkan untuk kelas siang ekstrakurikuler dulu pada pukul 08.30 lalu pada pukul 09.00 sampai 11.30 baru pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas terdiri dari 30 menit untuk pembukaan, lalu kegiatan inti selama 60 menit, setelah itu siswa istirahat selama 30 menit, dan yang terakhir adalah kegiatan penutup selama 30 menit. Sedangkan pembelajaran di luar kelas biasanya dilakukan pada hari Sabtu. Bentuk kegiatannya adalah kegiatan bersama-sama seperti makan bersama, olahraga bersama dan kunjungan ke instansi pemerintahan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa baik Kelompok A dan Kelompok B.

Ketiga, evaluasi pembelajaran di TK Negeri Pembina Tulungagung ada dua macam, yaitu evaluasi pembelajaran siswa dan evaluasi pembelajaran tingkat sekolah. Evaluasi pembelajaran siswa adalah evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru terhadap hasil belajar siswa. Evaluasi terhadap siswa ini biasanya dilakukan setiap hari, yaitu melalui pemberian tanda bintang. Lalu setelah 17 minggu dilakukan pelaporan melalui rapor yang disajikan dalam bentuk narasi. Sedangkan untuk evaluasi tingkat sekolah adalah penilaian terhadap kegiatan mengajar guru selama di kelas. Evaluasi ini berupa observasi di kelas dan supervisi terhadap pembelajaran guru.

Keempat, upaya peningkatan pembelajaran dilakukan melalui pengadaan dan penambahan sarana dan prasarana yang ada di sekolah maupun dengan peningkatan kualitas guru itu sendiri yaitu melalui mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop.

Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah: (1) bagi Kepala TK Negeri Pembina Tulungagung diharapkan mulai menggunakan kurikulum yang baru yaitu Kurikulum Khusus PAUD, dan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik maka perlu adanya penambahan beberapa ruang kelas sesuai dengan jumlah rombongan belajar; (2) bagi Guru di TK Negeri Pembina Tulungagung agar guru harus lebih mengoptimalkan media yang dimiliki sekolah dalam pembelajaran; (3) bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UM diharapkan lebih mendalami mengenai manajemen terutama manajemen pembelajaran, khususnya pada lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak; dan (4) bagi peneliti lain dapat dijadikan bahan referensi dan informasi awal untuk mengembangkan dan melaksanakan penelitian sejenis.