SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Sekolah dengan Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) di SMPN Kota Malang

Imroatul Mufidah

Abstrak



Keberhasilan pendidikan di sekolah tidak terlepas dari gaya kepemimpinan kepala sekolah, dalam hal ini harus bisa memanfaatkan segenap sumber daya yang ada dengan baik termasuk hubungan yang baik dengan para guru dan para staf-staf yang ada di sekolah. Perlu adanya pembinaan dan digerakkan secara efektif supaya tercipta suasana kerja yang positif dan menyenangkan. Gaya kepemimpinan kepala sekolah juga dipengaruhi oleh iklim organisasi sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan kerja yang menyenangkan. Iklim organisasi sekolah yang sehat dapat mendorong sikap keterbukaan, baik dari pihak pegawai maupun dari pihak pimpinan, sehingga mampu menumbuhkan kinerja tenaga administrasi sekolah yang searah antara pegawai dan pimpinan dalam rangka menciptakan ketentraman kerja dan kelangsungan usaha ke arah peningkatan hasil yang ingin dicapai.

   Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan: 1) seberapa tinggi gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMPN Kota Malang, 2) seberapa tinggi iklim sekolah di SMPN Kota Malang, 3) seberapa tinggi kinerja tenaga administrasi sekolah di SMPN Kota Malang, 4) apakah ada hubungan langsung secara simultan dan parsial antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap iklim sekolah di SMPN Kota Malang, 5) apakah ada hubungan langsung secara simultan dan parsial antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah di SMPN Kota Malang, 6) apakah ada hubungan  tidak langsung secara simultan dan parsial antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah melalui iklim sekolah di SMPN Kota Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif  korelasional. Subyek dalam penelitian ini adalah tenaga administrasi sekolah di SMPN Kota Malang sejumlah 128. Jumlah sampel yang diteliti berjumlah 100, sedangkan teknik  sampling yang digunakan adalah teknik sampling proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu angket gaya kepemimpinan, angket iklim sekolah dan angket kinerja tenaga administrasi sekolah.

Hasil penelitian ini adalah: 1) Mayoritas Kepala Sekolah Menengah tingkat Pertama di Kota Malang menerapkan gaya kepemimpinan instruktif tingkat tinggi  (64% tingkat tinggi, 29% tingkat rendah  dan  7% gaya kepemimpinan instruktif tingkat rendah), 2) Mayoritas Kepala Sekolah Menengah tingkat Pertama di Kota Malang menerapkan gaya kepemimpinan konsultatif tingkat sedang (42%  tingkat tinggi, 50% tingkat sedang, dan  8% gaya kepemimpinan konsultatif tingkat rendah), 3) Mayoritas Kepala Sekolah Menengah tingkat Pertama di Kota Malang menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif tingkat sedang (42%  tingkat tinggi, 51% tingkat sedang, dan 7% gaya kepemimpinan partisipatif tingkat rendah), 4) Mayoritas Kepala Sekolah Menengah tingkat Pertama di Kota Malang menerapkan gaya kepemimpinan delegatif  tingkat sedang (19%  tingkat tinggi, 60% tingkat sedang, dan 21% gaya kepemimpinan delegatif  tingkat rendah), 5)  Secara Umum, Iklim Sekolah di SMPN Kota Malang adalah cukup kondusif (tingkat sedang). Hal ini didapatkan dari sampel penelitian yang menyatakan iklim sekolah tingkat sedang atau dalam kondisi cukup kondusif sebanyak 56%. Iklim sekolah tingkat tinggi (kondusif) dinyatakan oleh 36% dari sampel penelitian. Dan hanya sedikit sekali 8% dari sampel yang yang menyatakan bahwa iklim sekolah pada tingkat rendah (tidak kondusif), 6) Mayoritas subyek penelitian (Tenaga Administrasi Sekolah Menengah tingkat Pertama di Kota Malang) Memiliki kinerja tingkat sedang. Hal ini didapatkan dari sampel penelitian yang memiliki kinerja tingkat sedang sebanyak 48%. Kinerja tingkat tinggi dimiliki oleh 43% dari sampel penelitian. Dan hanya sedikit sekali 9% dari sampel yang memiliki kinerja tingkat rendah, 7) Terdapat hubungan langsung secara simultan dan parsial signifikan variabel gaya kepemimpinan (X) dan terhadap iklim sekolah (Z) di SMPN Kota Malang, 8) Terdapat hubungan langsung secara simultan dan parsial yang signifikan variabel gaya kepemimpinan (X) terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah (Y) di SMPN Kota Malang, 9) Terdapat hubungan secara langsung yang signifikan variabel iklim sekolah (Z) terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah (Y) di SMPN Kota Malang, 10) Terdapat hubungan tidak langsung secara simultan dan parsial yang signifikan variabel gaya kepemimpinan (X) terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah (Y) melalui iklim sekolah (Z) di SMPN Kota Malang.

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian ini, maka disarankan kepada para Kepala Sekolah di SMPN Kota Malang untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang mampu mempengaruhi iklim sekolah dan kinerja tenaga administrasi sekolah pada kondisi yang maksimal. Gaya kepemimpinan yang dimungkinkan dapat mempengaruhi iklim dan kinerja tenaga administrasi pada kondisi maksimal adalah gaya kepemimpinan konsultatif. Gaya kepemimpinan ini memberikan banyak dukungan dan banyak pengarahan secara berimbang kepada bawahan. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik mendalami hasil penelitian ini disarankan agar melakukan penelitian secara lebih mendalam mengenai gaya-gaya kepemimpinan yang lebih mampu mempengaruhi iklim organisasi dan kinerja karyawan secara lebih efektif. Hal ini bisa dilakukan  dengan menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan kualitatif dan menambahkan variabel budaya organisasi yang berlaku pada oraganisai.

 

Kata Kunci : gaya kepemimpinan, iklim sekolah, kinerja