SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 MALANG

UMI KULSUM

Abstrak


ABSTRAK

 

Kulsum, Umi. 2011. Manajemen Pembelajaran Pendidikan Kewirausahaan (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Malang). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd, Pembimbing (II): Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd.

 

Kata Kunci: manajemen pembelajaran, pendidikan kewirausahaan

 

Manajemen pembelajaran diharapkan dapat membantu agar proses kegiatan yang berlangsung dapat berjalan lancar. Dalam kondisi saat ini, pendidikan kewirausahaan memainkan peranan yang penting di mana hal tersebut masuk dalam komponen adatif, dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan membuka lapangan pekerjaan sehingga mengurangi jumlah pengganguran yang ada. Berkaitan dengan hal tersebut, maka lembaga pendidikan membutuhkan suatu manajemen pembelajaran yang dapat mengatur bagaimana agar sekolah dalam menerapkan pendidikan kewirausahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam konteks ini adalah tentang bagaimana manajemen pembelajaran pendidikan kewirausahaan dilakukan di sekolah. SMK Negeri 1 Malang merupakan salah satu sekolah yang juga menerapkan pendidikan kewirausahaan yang memiliki sentra bisnis (kharisma) sebagai laboratorium pendidikan kewirausahaan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran pendidikan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Malang yaitu (1) jenis pendidikan kewirausahaan, (2) perencanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan, (3) pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan, dan (4) evaluasi pembelajaran pendidikan kewirausahaan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan menggunakan ketekunan pengamatan, teknik triangulasi, dan kecukupan referensi.

Berdasarkan hasil data di lapangan ditemukan sebagai berikut: (1) jenis pendidikan kewirausahaanya SMK Negeri 1 ini lebih menekankan pada penjualan di mana dalam hal ini jenis bidang keahlian bisnis dan manajemen pemasaran (marketing). Untuk pendidikan kewirausahaan ini seperti membuat kue, membuat kerajinan tangan (bantal, taplak meja), dan menjual barang yang ada di sentra bisnis, (2) perencanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan mengacu pada KTSP disesuaikan dengan potensi sekolah. Pengembangan tersebut dilakukan dengan tim kerja di mana mereka menyusun silabus dan rpp, dan adanya sosialisasi pada pihak sekolah dimana Direktorat Jenderal mensosialisasikan pentingnya pendidikan kewirausahaan, (3) pelaksanaan pembelajaran pendidikan kewirausahaan yaitu guru menyiapkan perangkat yaitu silabus dan rpp, dan sumber belajarnya di kelas menggunakan modul kewirausahaan, buku paket kewirausahaan, dan buku penunjang kewirausahaan di mana dalam pendidikan kewirausahaan di kelas lebih terstruktur. Sedangkan dalam praktik di luar kelas menggunakan sentra bisnis (kharisma) sebagai laboratorium kewirausahaan di mana dalam hal ini peserta didik belajarnya secara mandiri, (4) evaluasinya pembelajaran dengan memperhatikan semua aspek baik itu dari perkembangan dari guru dalam melaksanakan pembelajaran, dan hasil peserta didik dalam pembelajarannya pada saat belajar di kelas dan di luar kelas. Perkembangan dari guru dalam melaksanakan pembelajaran dilihat dengan bagaimana kreativitas guru dalam menerapkan pembelajaranya. Sedangkan dalam hasil peserta didik SMK Negeri 1 Malang ini adalah dengan melihat nilai mereka sesuai target yang diinginkan atau tidak. Dalam hal ini evaluasi pembelajaran pendidikan kewirausahaan terdapat 3 aspek yaitu aspek kognitif dilihat dari hasil diskusi dan belajar mandiri, afektif yaitu dilihat pada saat diskusi berlangsung, kemudian pada psikomotor yaitu berdasarkan hasil tugas atau latihan. Hanya saja untuk praktik di luar kelas dalam hal ini lebih menekankan omset yang diraih peserta didik selama per minggu, apakah mereka memenuhi target yang telah ditentukan.

Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut, dapat disarankan bagi (1) kepala sekolah diharapkan membuat perbaikan jenis pendidikanyang lebih bervariatif dan memperhatikan dukungan pemerintah, masyarakat, sekolah sebagai pelaksana dan kebutuhan sekolah dalam hal mengembangkan pendidikan kewirausahaan, (2) diharapkan guru dan peserta didik dapat saling bekerjasama dengan baik dan guru menerapkan metode atau bahan pembelajaran yang lebih kreatif lagi, (3) peserta didik diharapkan lebih antusias dalam pembelajaran dan berusaha untuk menjadi generasi yang dapat menciptakan peluang atau kesempatan kerja, dan (4) ketua jurusan diharapkan menjadi salah satu referensi untuk bagaimana manajemen pembelajaran diterapkan dalam pendidikan kewirausahaan, dan mensosialiasikan bahwa pendidikan kewirausahaan juga penting; (5) peneliti lain diharapkan dapat melanjutkan penelitian yang sejenis pada berbagai jenjang pendidikan serta penelitian pengembangan untuk mengetahui manajemen pembelajaran pendidikan kewirausahaan.