SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen pembelajaran sentra dan lingkaran: studi multikasus pada lembaga pendidikan anak usia dini Anak Saleh dan Taman Harapan di Kota Malang

Awit Pripasci Putri

Abstrak


Metode Pembelajaran Sentra dan Lingkaran (Seling) adalah suatu proses pembelajaran dengan konsep pembelajaran konstruktif yang bertujuan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak usia 2 s.d. 4 tahun melalui bermain yang terencana dan terarah. Metode ini direkomendasikan Direktorat PAUD untuk dirujuk oleh pengelola lembaga PAUD sebagai metode pembelajaran pada Kelompok Belajar (KB) atau playgroup. Di Kota Malang banyak lembaga PAUD yang menerapkan pembelajaran Seling, namun terdapat dua KB yang telah mengikuti pelatihan metode pembelajaran Seling hingga ke tingkat nasional, yaitu KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan. Saat ini kedua KB tersebut menjadi tempat magang bagi guru PAUD dari lembaga lain yang akan mempelajari metode pembelajaran Seling. Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui manajemen pembelajaran Seling di KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan, dengan fokus serta tujuan penelitian diantaranya tentangĀ  (1) sejarah; (2) sentra-sentra yang ada; (3) perencanaan; (4) pengorganisasian; (5) pelaksanaan; dan (6) penilaian dalam pembelajaran Seling.

Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif eksplanatoris, yaitu suatu metode penelitian yang tidak menguji hipotesis melainkan memaparkan dan mengolah data. Jenis penelitian ini adalah multikasus karena terdapat dua kasus pada dua objek penelitian, yaitu KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan di Kota Malang. Dalam penelitian ini, peneliti sendiri lah yang berperan sebagai instrumen kunci, dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang disampaikan oleh subjek penelitian pada saat wawancara, tindakan yang dilakukan oleh subjek penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran Seling. Data yang diperoleh dianalisis selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Pada saat pengumpulan data, peneliti melakukan pengerjaan dan pengorganisasian data, dan setelah pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah mengklasifikasi data, menyaring data, dan menarik kesimpulan. Data yang telah dianalisis kemudian dicek keabsahannya dengan menggunakan empat kriteria, yaitu (1) kredibilitas atau kepercayaan; (2) dependabilitas atau kebergantungan; (3) konfirmabilitas atau kepastian, dan (4) transferabilitas atau keteralihan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Seling di KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan, meliputi tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pembelajaran dilakukan oleh tim yang terdiri atas kepala sekolah, koordinator KB, guru kelas, serta guru sentra. Adapun perencanaan yang disusun yaitu rencana pembelajaran tahunan, bulanan, mingguan, dan harian. Di KB Anak Saleh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan urutan, (1) kegiatan pagi; (2) makan bersama; (3) transisi, (4) pijakan lingkungan; (5) pijakan sebelum bermain; (6) pijakan saat bermain; (7) pijakan setelah bermain; dan (8) kegiatan penutup. Sedangkan di KB Taman Harapan kegiatan pembelajaran dilakukan dengan urutan, (1) pijakan lingkungan; (2) kegiatan pagi; (3) transisi; (4) pijakan sebelum bermain; (5) pijakan saat bermain; (6) pijakan setelah bermain; (7) makan bersama; dan terakhir (8) kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan di KB Anak Saleh yaitu secara harian, mingguan, tengah semester, dan semester. Adapun penilaian yang dilaporkan kepada orang tua adalah pada saat tengah semester dengan menggunakan Laporan Perkembangan Anak Didik, dan pada akhir semester dengan menggunakan Buku Laporan Perkembangan Anak. Penilaian yang dilakukan di KB Taman Harapan yaitu secara harian, mingguan, dan pada akhir semester dengan melaporakan perkembangan anak pada Laporan Penilaian Perkembangan Anak Didik.

Penelitian tentang manajemen pembelajaran Seling yang dilakukan oleh pengelola KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan menghasilkan temuan-temuan penelitian yang dibahas dengan cara membandingkan informasi yang diperoleh dari kedua objek penelitian tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat persamaan yaitu dalam: (1) kedudukannya sebagai lembaga PAUD unggulan di Kota Malang; (2) tim perumus perencanaan pembelajaran; (3) tugas guru sentra; (4) pelaksanaan circle time atau waktu membentuk lingkaran; serta (5) penilaian pada proses dan hasil akhir, juga terdapat perbedaan manajemen pembelajaran Seling yang dilakukan oleh pengelola KB Anak Saleh dan KB Taman Harapan di Kota Malang. Perbedaan tersebut meliputi beberapa aspek, yaitu (1) macam-macam sentra bermain yang disediakan; (2) penyusunan perencanaan pembelajaran, waktu belajar, dan kegiatan ekstra; (3) pengelompokan siswa dan tugas wali kelas; (4) karakteristik siswa; (5) urutan pelaksanaan pembelajaran; dan (6) laporan penilaian hasil belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bagi (1) pengelola KB Anak Saleh agar mempertahankan penggunaan bahasa positif oleh guru ketika berkomunikasi dengan anak pada saat proses pembelajaran Seling; (2) pengelola KB Taman Harapan agar mengembangkan sentra bermain agar pembelajaran semakin optimal; (3) HIMPAUDI dan Forum PAUD Kota Malang agar mengkaji hasil penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Seling pada lembaga PAUD yang dibimbing; (4) Dinas Pendidikan Kota Malang agar menginformasikan hasil penelitian ini supaya dapat menginspirasi lembaga PAUD lain di Kota Malang; (5) peneliti lain agar melakukan penelitian lanjutan misalnya tentang peningkatan manajemen sarana prasarana dalam menunjang pembelajaran seling, atau upaya pengembangan kompetensi pendidik dalam implementasi pembelajaran Seling.

Teks Penuh: DOC PDF