SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Komite Sekolah dalam Penetapan Kebijakan Sekolah (Studi Multi Kasus di SD Negeri Kepanjenkidul 3 Kota Blitar dan SD Islam Terpadu AL-Hikmah Bence).

Ati Kumillayla

Abstrak


ABSTRAK

 

Kumillayla, Ati'. 2010. Peran Komite Sekolah dalam Penetapan Kebijakan Sekolah (Studi Multi Kasus di SD Negeri Kepanjenkidul 3 Kota Blitar dan SD Islam Terpadu AL-Hikmah Bence). Skripsi, Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd (II) Dr. H. Ali Imron, M.Pd, M.Si

 

Kata kunci: Kebijakan sekolah, Komite sekolah

 

Pasal 56 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggariskan bahwa, "Masyarakat berperan dalam meningkatan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi perencanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan melalui Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah." Dalam pembangunan pendidikan, Komite Sekolah berperan sebagai advisory agency, supporting agency, controlling agency, dan mediation agency. SD Negeri Kepanjenkidul 3 Kota Blitar dan SD Islam Terpadu AL-Hikmah Bence merupakan sedikit dari sekolah dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi.

Hal ini ditandai dengan aktifnya pengurus komite untuk turut mengantarkan sekolah dalam mencapai berbagai prestasi. Untuk itu perlu dipertanyakan bagaimana peran Komite Sekolah dari kedua sekolah tersebut.

Dari sejumlah wawancara, dokumentasi dan observasi terhadap peran Komite Sekolah dapat dikelompokkan tiga subkasus yang muncul, yang dijadikan fokus penelitian ini, yaitu bagaimana peran Komite Sekolah dalam penetapan kebijakan sekolah pada bidang (1) kurikulum dan pengajaran; (2) pembinaan siswa; serta (3) sarana dan prasarana.

Penelitian ini menggunakan rancangan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus menggunakan metode  komperatif  konstan (constant comparative method )dikarenakan setiap temuan di lapangan secara konsisten ada perbedaan yaitu perbedaan terlihat dari visi misi dan budaya organisasi sekolah. Data yang diperoleh melalui (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan mengugunakan pola interaktif dimana kegiatan pengumpulan data dan penyajian data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan berlangsung dalam suatu siklus yang bersifat interaktif.  Untuk memperoleh tingkat kepercayaan dan kebenaran terhadap hasil penelitian digunakan kriteria kredibilitas dan untuk meningkatkan kredibilitas digunakan  (1) trianggulasi; (2) pengecekan anggota (member check).

Dari analisis data ditemukan (1) untuk mata pelajaran wajib dan muatan lokal, komite sekolah berperan sebagai pendukung, pemberi pertimbangan dan pengontrol. Sedang untuk mata pelajaran kepribadian, selain berperan sabagai pendukung juga berperan, pemberi pertimbangan dan pengontrol; (2) keberadaan Komite Sekolah dalam pembinaan siswa bersifat penunjang dan patner pihak sekolah, karena kuantitas guru maupun karyawan sekolah terbatas. Dari sisi ini Komite Sekolah telah berperan (a) memberikan ide tentang kegiatan diberikan; (b) menjadi pemateri atau memberikan informasi pada pertemuan dengan siswa; (c) membantu memantau perkembangan belajar siswa; (d) membantu sekolah dalam pelaksanaan pendaftaran siswa baru; (3) komite sekolah memiliki peran signifikan dalam penyusunan RAPBS melalui pemikiran, ide dan analisis. 

Adapun saran yang bisa diketengahkan diantaranya komite sekolah harus dapat (1) memposisikan sebagai partner sekolah secara tepat guna peningkatan kualitas pendidikan di tingkat satuan pendidikan; (2) sebagai lembaga partisipasi sosial yang bebas dari politik praktis; (3) menjalin kerja sama secara komunikatif dengan komite sekolah yang lain agar lebih memberdayakan diri; (4) membangun komunikasi aktif dengan Dewan Pendidikan tingkat kota agar bisa intensif memperoleh informasi yang diperluakan berkaitan dengan perkembangan pendidikan di tingkat yang lebih luas.