SKRIPSI Jurusan Administrasi Pendidikan - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Studi Kasus di SMA Negeri 7 Malang.

Rizky Tristian Adiatma

Abstrak


ABSTRAK

 

Adiatma,  Rizky  Tristian.  2010. Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Studi  Kasus  di  SMA  Negeri  7  Malang.  Skripsi,  Jurusan  Administrasi Pendidikan,  Fakultas  Ilmu  Pendidikan,  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing:  (I) Prof.  Dr.  Ibrahim  Bafadal, M.Pd.,   (II)  Dr.  H.  A.  Yusuf Sobri, M.Pd. 

 

Kata kunci : manajemen, hubungan sekolah dan masyarakat. 

 

Banyak komponen penting yang dinilai turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dalam upaya pencapaian output yang berkualitas. Salah satu diantara kompenen itu adalah partisipasi masyarakat sebagaimana tertulis dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 7 Ayat 1 yang berbunyi bahwa orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya. Untuk itu perlu adanya jembatan antara sekolah dengan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan hubungan masyarakat atau public relation.  

Penelitian ini berangkat dari fokus penelitian tentang proses manjemen hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang. Hasil studi pendahuluan didapatkan dari tiga fokus penelitian yaitu: (1) Perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; (2) Pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang; dan (3) Pengawasan dan evaluasi hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) studi dukumentasi. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut kemudian dianalisis guna menyusun dan mengabstraksikan temuan lapangan. Keabsahan data diuji dengan: (1) perpanjangan kehadiran peneliti; (2) pengamatan mendalam; (3) trianggulasi. 

Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: Proses perencanaan hubungan sekolah dan masyarakat berbentuk workshop dan melibatkan seluruh elemen sekolah di mana program-program yang direncanakan akan disampaikan dan disosialisasikan dengan demikian Humas mendapatkan saran, kritik, dan masukan untuk perbaikan program kerja satu tahun ke depan yang nantinya apabila sudah disetujui maka akan disahkan menjadi program kerja satu tahun kedepan. Di  dalam proses pelaksanaan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA Negeri 7 Malang yaitu bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal sosialisasi pendidikan dan wawasan tentang pergaulan remaja. Kemudian bekerjasama dengan lembaga bimbingan belajar untuk mengadakan tryout sebagai tolak ukur siswa sebelum menghadapi ujian nasional. Selain itu untuk menjaga hubungan baik dan komunikasi  dengan alumni, waka humas bekerjasama dengan alumni membuat website alumni yang beralamatkan http://www.ika-sabhatansa.net/alumni/ , dan setiap tahun sekolah mengagendakan temu kangen alumni sebagai ajang silahturahmi dengan keluarga besar SMA Negeri 7 Malang. Kemudian kegiatan KPLS (Kemah Peduli Lingkungan SHABTANSA)  diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas X. Kemudian ada kunjungan ke rumah siswa yang sifatnya sewaktu-waktu. Yang terakhir yaitu proses pengawasan hubungan sekolah dan masyarakat di SMA 7 Malang dilakukan oleh kepala sekolah dan komite sekolah secara langsung dan periodik tergantung da ri jenis kegiatan, Jika kepala sekolah maupun komite tidak ada kegiatan lain maka akan langsung mengawasi jalannya kegiatan tetapi jika tidak maka akan melihat laporan hasil kegiatan. Kalau secara periodik setiap satu minggu sekali kepala sekolah mengadakan rapat koordinasi program dengan seluruh waka termasuk waka humas. Evaluasi program dilakukan setelah program dilaksanakan dan berbentuk laporan hasil program yang nantinya disampaikan pada saat laporan pertanggungjawaban.         

Saran yang disampaikan dari temuan penelitian: bagi kepala sekolah diharapkan memberikan bimbingan kepada waka humas tentang kegiatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat sehingga apabila kepala sekolah tidak bisa secara langsung mengikuti kegiatan di bidang hubungan sekolah dan masyarakat maka dapat digantikan oleh wakil kepala sekolah di bidang hubungan sekolah dan masyarakat dan juga mengingat pentingnya tugas dari waka humas demi mencapai tujuan sekolah. Bagi  wakil kepala sekolah bagian humas dalam memanajemen suatu kegiatan harus menganalisis faktor-faktor yang nanti akan menghambat suatu kegiatan sehingga faktor yang menghambat keberhasilan suatu program dapat diminimalkan dan nantinya program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bagi Komite SMA Negeri 7 Malang diharapkan berperan dan membantu secara aktif dalam kegiatan- kegiatan dan selalu memberikan masukan serta saran yang membangun untuk pelaksanaan program-program humas di SMA Negeri 7 Malang sehingga untuk program-program humas selanjutnya akan lebih baik. Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan diharapkan memberi teori serta praktek yang nyata kepada mahasiswa tentang manajemen hubungan masyarakat sehingga dapat diterapkan oleh mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan kegiatan praktek lapangan. Bagi Kepala Dinas Pendidikan diharapkan memberikan bimbingan terhadap sekolah-sekolah menengah atas karena hal tersebut sangat penting sebagai langkah awal untuk menarik minat calon peserta didik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi peneliti lain diharapkan lebih mengembangkan penelitian sejenis dalam bidang hubungan sekolah dan masyarakat agar lebih luas cakupan penelitiannya sehingga dapat menambah wawasan tentang manajemen hubungan sekolah dan masyarakat